Posted by Unknown | 23/10/12 |
Posted in
bisnis,
desa,
gallery,
go green,
hamparan hijau,
inspirasi berwirausaha,
kabar desa,
kisah pengusaha sukses,
pemandangan indah,
pertanian,
petani,
review,
sawah,
tren,
ulasan,
usaha
Susahnya menjadi seorang petani membuat para pemuda anak para petani tidak melirik potensi pertanian. Dengan lahan garapan yang dimiliki makin sempit karena pembagian waris, membuat lahan sawah tak menjanjikan hasil banyak. Sejak kecil mereka diajari agar tidak meneruskan profesi orang tuanya. Kondisi yang susah memaksa mereka lebih memilih kerja kantoran, menjadi pegawai negeri, buruk industri pabrik atau merantau keluar daerah bahkan luar negeri.
Namun dibalik semua itu jika jeli melihatnya, ada peluang besar di dunia pertanian. Adalah Hermas E Prabowo seorang kolumis kompas menceritakan pertemuannya dengan pemuda petani-pengusaha. Saat banyak anak muda meninggalkan sawah, petani-pengusaha yang masih muda ini justru kembali ke sawah. Dia memang tidak punya sawah sendiri, kalaupun ada, luasnya kurang dari setengah hektar warisan orang tuanya.
Pendekatan baru dia lakukan. Tidak tanggung tanggung-tanggung, dia menyewa 24 Hektar sawah di Kabupaten Batang Jawa Tengah. Dia meminjam uang dari bank Rp 1 Milyar. Dari uang itu, Rp 500 Juta dipakai untuk investasi mesin penggilingan dengan lantai jemur. Sebesaar Rp 300 juta untuk sewa lahan dan modal budi daya. Selebihnya untuk menebas gabah petani.
Perhitungan bisnisnya serderhana . Produksi padi tiap hektar sawahnya ditargertkan 6 ton gabah kering giling (GKG). Setahun dia paksa menanam padi tiga kali. Dengan begitu, produksi perhektarnya 18 ton GKG.
Karena mesin penggilingannya baru dan modern, rendemen gabah ke beras bisa 65 persen. dengan kata lain untuk 18 ton GKG bisa diolah menjadi 11,7 ton beras. Dari jumlah itu, dia targetkan memproduksi beras premium 60 persen dan sisanya medium. Dengan harga beras rata-rata Rp 7.000 per kilogram, untuk 11,7 ton akan menghasilkan uang Rp 81,9 Juta.
Karena dia mengusahakan lahan 24 Hektar, pendapatan kotor setahun Rp, 1,9 milyar. Dengan memperhitungkan biaya produksi maksimal 40 persen, keuntungan bersih masih di atas Rp 1 milyar. Belum lagi mesin penggilingannya masih menghasilkan katul yang dijual Rp 2.000 per kilogram. Juga pendapatan dari jawa penggilingan dan pengolahan gabah. hasil tebasan petani.
Bisnis memang ada risiko, termasuk kalau gagal panen. Namun resiko itu bisa diperkecil, dan dia tidak mau terhambat berbisnis hanya karena ada risiko.
Usaha tani padi sekarang mengalami pergeseran, anak-anak muda berpikiran bisnis mulai masuk ke sawah, tetapi mereka datang tidak sebagai buruh tani. Pendekatan usaha tani tradisional disingkirkan jauh-jauh. Mereka murni berbisnis. Apalagi kebutuhan pangan dan harganya terus-menerus meningkat tiap tahun. Ini dipandang sebagai bisnis yang prospek.
Timbul kesadaran di kalangan anak muda yang melek bisnis, bahwa jika dikelola dengan baik pertanian akan menjadi hamparan hijau yang menjanjikan tumpukan rupiah. Ditangan mereka tanpa disuruh produktivitas padi akan digenjot setinggi-tingginya, sentuhan teknologi digunakan, prinsip-prinsip ekonomi juga mereka kembangkan secara maksimal.
Kawan saya yang berasal dari pati, dimana dia sudah mapan di kota. kembali ke kampung mencoba peruntungan agrobisnis. Apakah anda tergugah pulang kampung terjun ke sawah??
source
Posted by Unknown | |
Posted in
Agrobisnis,
bercocok tanam semangka,
bisnis,
budidaya,
budidaya semangka,
cara menanam semangka,
desa,
investasi usaha,
kabar desa,
peluang usaha,
pertanian,
petani,
petani semangka demak,
sawah,
ulasan
Terdorong oleh cerita Hermas E Prabowo tentang
tren baru pertanian pada
postingan sebelumnya, kemarin sore dalam perjalanan pulang ke rumah
saya mampir ke sawah bertemu Pak Wagimin (41 tahun) petani semangka di
Trengguli Kecamataan Wonosalam Kabupaten Demak dan Munawar Santoso warga Wonoketingal Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak. Kami ngobrol mengenai tanaman semangka.
Dari cerita Pak Wagimin saya
dapati, ternyata keuntungan menanam semangka begitu luar biasa,
keuntungannya lebih dari 100%, dengan modal Rp12 - 15 Juta bisa
memperoleh hasil panen sekitar Rp 30 - 35 juta. Sehingga keuntungan
bersihnya sekitar Rp 15 - Rp 23 Juta. Dan menariknya bagi anda yang
tidak punya sawah sekalipun punya peluang seperti Pak Wagimin
ber-agrobisnis. Bagaimanakah ceritanya?
Pak Wagimin musim ini menanami sawahnya dengan semangka, hal ini karena keuntungan yang diperoleh dari semangka sangat tinggi. Musim lalu semangkanya di lahan seluas 1 bahu (0.6 Hektar) ditebas (dijual hasil buminya dimana si pembeli memanen sendiri buahnya) mencapai harga Rp 31 juta. Sementara Pak Santoso baru mulai menanam semangka pada musim ini, dimana pada musim-musim sebelumnya beliau menanam kacang hijau. Pak Santoso beralih menanam semangka karena keuntungan yang tinggi.
Untuk menanami semangka dilahan seluas 1 bahu dibutuhkan modal kebesar Rp 12 - 15 Juta. Uang tersebut digunakan untuk membeli bibit, pupuk, pestisida, dan plastik untuk menutup media tanam, membayar tenaga kerja pengolah lahan, penyiram, pemupuk dan menyiangi hama.
Waktu yang dibutuhkan, dari pengolahan tanah, pembibitan, penyemaian, dan pembesaran, sampai semangka bisa dipanen kurang lebih 2 bulan.
Bagi anda yang ingin berinvestasi menanam semangka namun tidak memiliki lahan, anda bisa menyewa lahan dari para petani yang sawahnya di-bera-kan (dibiarkan tidak ditanami). Menurut PakWagimin harga sewa yang dikenakan adalah dengan sistem bagi hasil. Besaran bagi hasil beliau menyebutkan maro limo (bagi lima) artinya seperlima keuntungan diberikan kepada pemilik lahan, sisanya milik investor. Yang perlu diperhatikan oleh para investor/penyewa adalah sawah yang mau di sewa suplai airnya harus mudah. Sebab tiap seminggu sekali tanaman semangka harus di siram air.
Cara Menanam Semangka:
- Beli biji bibit semangka di toko pertanian, satu bahu dibutuhkan kurang lebih 11 bungkus @ harganya Rp 50 -75 ribu
- Rendam biji bibit semangka dengan air bersih selama semalam.
- Biji yang sudah direndam selama semalam, tiriskan dan bungkus dengan kain kemudian digantung selama sehari semalam, sehingga tumbuh tunas
- Siapkan polibek kecil berisi pupuk kandang atau pupuk organik, masukkan satu biji bibit semangka yang sudah tumbuh tunas.
- Setelah seminggu bibit sudah siap di semai.
- Untuk menghemat dan praktisnya, anda tidak perlu membuat polibek dari plastik, cukup pupuk kandang/organik dikepal-kepal hingga padat dan jangan lupa masukkan bijinya d
- Buat kanal air, yang akan digunakan sebagai pengairan, lebarnya kurang lebih 30 - 50 cm tergantung kondisi air.
- Sisi kanan kiri kanal air digunakan sebagai arena tanam atau disebut pot.
- Taburkan 3 kwintal pupuk ponskha dan 1 kwintal TS di area tanam (mungkin akan lebih baik jika pakai pupuk organik)
- Tutup area tanam dengan plastik dan lubangi setiap 50 - 60 cm untuk ditanami biji yang sudah bertunas
- Setelah biji berumur seminggu, sobek dan buanglah plastik polibek, bibit dan tanahnya yang berasal dari pupuk organik diatas dipindahkan ke pot / area tanam.
- Jarak tanam berkisar 50 - 60 cm. cukupi kebutuhan airnya
- Siram tanaman semangka seminggu sekali
- Pada minggu pertama semprot pestisida anti hama penggerek dan semprot dengan pupuk daun
- Setelah dua minggu dipupuk dengan pupuk penyubur (Pak Santoso menyebutnya pupuk KNO sebanyak 20 Kg/ Bahu
- Untuk pengendalian serangan hama penyakit, semprotlah pestisida jika mulai muncul gejala serangan. Anda bisa bertanya pada petani tetangga sawah yang anda garap. mereka sengan sekali berbagi info
- Jika semangka sudah mulai berbunga dan muncul bakal buah, maka petiklah bunga dan bakal buah.Dalam satu pohon tinggalkan satu atau dua bakal buah saja. Ingat, kontrol dengan ketat setiap satu batang pohon semangka hanya ada 1 atau 2 buah saja (tergantung jenis semangkanya, Pak Wagimin 1 buah dalam satu pohon, sementara pak Santoso 2 buah dalam satu pohon)
- Setelah umur satu bulan pupuk semangka dengan pupuk yang sama dengan poin 3.
- Panen, Setelah 2 bulan saatnya anda memanen investasi anda.
Risiko Agrobisnis Semangka
Setiap bisnis ada risikonya, jangan sampai karena anda tergiur dengan keuntungan yang besar anda jadi buta dengan risiko agrobisnis semangka. Risiko yang mungkin terjadi adalah serangan hama penyakit, serangan tikus, air tidak memadai, dll. bagaimana cara mengatasinya? anda bisa mengorek info cara mengatasi hama dari petani dilapangan, atau tenaga penyuluh dilapangan.
Apakah anda tertarik menanam semangka? jika anda ingin belajar lebih lanjut anda bisa langsung terjun ke sawah menemui para petani. mereka sangat terbuka dan senang sekali berbagi info.
source
Posted by Unknown | 20/10/12 |
Posted in
demak,
desa,
gallery,
jawa tengah,
kabar desa,
kendaldoyong,
letak geografis,
news,
post,
wisata,
wonosalam
Desa Kendaldoyong merupakan sebuah desa pinggir pantura yang terletak di Kecamatan
Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah dengan Luas Wilayah sekitar 199,620 ha. Sebelah utara berbatasan dengan kelurahan bintoro. Sebelah timur berbatasan langsung dengan Desa Lempuyang dan Tlogorejo. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Ploso. Sebelah barat berdampingan dengan Desa Wonosalam dan Jogoloyo. Kondisi geografis merupakan dataran rendah dengan ketinggian 30 meter dpl dengan Suhu rata-rata harian 32o C. Huhhh... kebayang kan gimana nikmatnya???
Desa ini dapat dijangkau dari
pusat kota Demak dalam waktu sekitar 10 menit. Desa Kendaldoyong terbagi
menjadi tiga dukuh: Dukuh Karangsambung, Dukuh Blambangan, dan Dukuh
Kendaldoyong. Di desa ini terdapat 3 RW dan 28 RT. Mayoritas warga Desa
Kendaldoyong hidup sebagai petani dan buruh, tak heran jika lahan di desa ini
banyak dimanfaatkan sebagai areal persawahan. Salah satu komoditas
unggulan dari desa ini adalah jambu merah delima dan jambu citra. Hampir setiap rumah di
desa ini memiliki pohon jambu merah delima.
Data tahun 2011 menunjukan tingkat kepadatan penduduk berjumlah 2810
orang, yang terdiri atas 1429 orang laki-laki dan 1381 orang perempuan
Susunan Pemerintahan Desa Kendaldoyong